Fosil adalah sisa atau jejak organisme purba yang telah terawetkan dalam bebatuan, es, amber, atau material lainnya. Fosil memberi kita wawasan yang tak ternilai tentang masa lalu prasejarah Bumi, membantu para ilmuwan memahami evolusi kehidupan. Beberapa fosil terbesar yang ditemukan tidak hanya penting karena ukurannya, tetapi juga karena kisah-kisah luar biasa yang diceritakannya tentang kehidupan jutaan tahun lalu. Dalam daftar ini, kita akan menjelajahi 7 fosil terbesar yang pernah ditemukan, diurutkan berdasarkan ukuran, dan menyelami sejarah, lokasi, dan karakteristik uniknya.
1. Argentinosaurus – 130 kaki
Argentinosaurus, salah satu hewan darat terbesar yang pernah ada di Bumi, adalah dinosaurus sauropoda besar yang hidup sekitar 94 juta tahun lalu selama periode Cretaceous Akhir. Herbivora kolosal ini diyakini memiliki panjang hingga 130 kaki dan berat sekitar 100 ton. Fosil Argentinosaurus ditemukan di Argentina, Amerika Selatan, pada tahun 1980-an. Meskipun sebagian besar tulang yang ditemukan adalah tulang belakang, yang menunjukkan ukurannya yang sangat besar, banyak dari sisa-sisa fosil tersebut tidak lengkap, sehingga para ilmuwan harus merekonstruksi ukuran dan fitur-fiturnya berdasarkan sauropoda lain yang serupa.
Ukuran Argentinosaurus sungguh mencengangkan, terutama jika dibandingkan dengan hewan masa kini. Sebagai perbandingan, panjangnya lebih panjang dari tinggi Patung Liberty. Argentinosaurus kemungkinan merupakan raksasa yang bergerak lambat, memakan banyak sekali tumbuhan. Namun, ukurannya juga merupakan mekanisme pertahanan terhadap predator seperti theropoda Giganotosaurus, yang mungkin telah mengincar spesimen muda dinosaurus besar ini. Menariknya, meskipun tubuhnya sangat besar, tidak ada kerangka lengkap yang pernah ditemukan, dan sebagian besar pengetahuan tentangnya berasal dari fosil parsial, yang hanya mengisyaratkan skala sebenarnya dari raksasa prasejarah ini.
2. Patagotitan – 122 kaki
Raksasa lain dari periode Cretaceous Akhir, Patagotitan, ditemukan di Argentina pada tahun 2012. Titanosaurus besar ini panjangnya mencapai 122 kaki dan kemungkinan beratnya sekitar 70 ton. Ia hidup sekitar 100 juta tahun yang lalu di tempat yang sekarang disebut Patagonia. Penemuan fosil Patagotitan merupakan terobosan karena ia menyediakan kerangka yang lebih lengkap dibandingkan dengan Argentinosaurus, yang memungkinkan para ahli paleontologi untuk memperkirakan ukuran dan fisiologinya dengan lebih baik. Sisa-sisa fosil, termasuk kumpulan tulang belakang, tulang paha, dan tulang tungkai, digali dari daerah yang kaya akan fosil dinosaurus.
Penemuan Patagotitan telah mengubah pemahaman kita tentang dinosaurus sauropoda. Ahli paleontologi percaya bahwa dinosaurus ini menjelajahi lingkungan dataran banjir yang subur di Patagonia prasejarah, tempat ia memakan tumbuhan runjung, sikas, dan tumbuhan lainnya. Seperti titanosaurus lainnya, ia memiliki leher dan ekor yang panjang, yang membantunya mencapai tumbuhan yang tinggi di pepohonan. Meskipun ukurannya sangat besar, ukuran Patagotitan yang besar kemungkinan membuatnya lebih rentan terhadap perubahan lingkungan pada masanya, termasuk pemangsaan oleh theropoda besar.
3. Brachiosaurus – 85 kaki
Brachiosaurus, salah satu dinosaurus paling ikonik, adalah sauropoda berleher panjang pemakan tumbuhan yang hidup pada periode Jurassic Akhir sekitar 154 hingga 153 juta tahun yang lalu. Fosilnya pertama kali ditemukan di Colorado, AS, pada tahun 1900, dan ukurannya yang besar menjadi daya tarik bagi para ilmuwan dan masyarakat. Tidak seperti banyak sauropoda lainnya, Brachiosaurus memiliki tungkai depan yang relatif panjang dibandingkan dengan tungkai belakangnya, yang membuatnya memiliki postur yang lebih tegak. Diperkirakan panjangnya mencapai 85 kaki dan beratnya sekitar 35 hingga 50 ton.
Yang membuat Brachiosaurus sangat menarik adalah strategi makannya. Dengan lehernya yang menjulang tinggi, ia dapat mencapai ketinggian hingga 40 kaki, memakan dedaunan tinggi dari pohon konifer dan tanaman tinggi lainnya. Ukurannya membuatnya menjadi herbivora yang dominan, meskipun ia hidup di dunia yang sama dengan predator besar seperti Allosaurus. Fosil Brachiosaurus juga terkenal karena menyediakan beberapa sisa sauropoda yang paling terawetkan, yang memungkinkan para ilmuwan untuk menyusun anatomi dan gaya hidupnya. Penemuannya dan penelitian selanjutnya membantu memicu minat pada makhluk raksasa dari periode Jurassic, menjadikannya pokok dalam penggambaran dinosaurus yang populer.
4. Spinosaurus – 59 kaki
Spinosaurus, dinosaurus karnivora terbesar yang diketahui, hidup sekitar 112 juta tahun lalu selama periode Cretaceous. Pertama kali ditemukan di Mesir pada tahun 1912, baru pada penemuan fosil terkini skala penuh ukurannya dapat dipahami. Spinosaurus diperkirakan mencapai panjang hingga 59 kaki dan berat sekitar 7 hingga 9 ton. Yang membuat Spinosaurus sangat menarik adalah ciri-cirinya yang unik—moncongnya yang panjang seperti buaya, duri besar yang membentuk layar di sepanjang punggungnya, dan adaptasinya terhadap gaya hidup akuatik.
Spinosaurus kemungkinan merupakan salah satu predator teratas pada masanya, yang hidup di lingkungan yang didominasi oleh air dan tumbuhan yang lebat. Diperkirakan ia berburu ikan, seperti buaya masa kini, menggunakan rahangnya yang panjang dan cakarnya yang kuat untuk menangkap mangsa. Penelitian terkini menunjukkan bahwa Spinosaurus adalah hewan semiakuatik, yang menghabiskan sebagian besar waktunya di air daripada di darat, tidak seperti kebanyakan theropoda lainnya. Penemuan ini telah menantang persepsi sebelumnya tentang perilaku dinosaurus dan telah menambahkan lapisan baru pada pemahaman kita tentang makhluk purba ini.
5. Liopleurodon – 82 kaki
Liopleurodon adalah reptil laut besar yang hidup pada periode Jurassic Akhir, sekitar 160 juta tahun yang lalu. Ia adalah jenis pliosaurus, subkelompok dari keluarga Plesiosaurus yang lebih besar. Fosil Liopleurodon telah ditemukan di Eropa, khususnya di Inggris dan Prancis. Panjangnya diperkirakan mencapai 82 kaki, menjadikannya salah satu reptil laut terbesar pada masanya. Makhluk itu adalah predator yang kuat, dengan kepala besar dan rahang besar yang mampu menghancurkan mangsanya.
Ukuran tubuh Liopleurodon yang besar dan kemampuan berburunya membuatnya menjadi hewan yang menakutkan di lautan, tempat ia kemungkinan memangsa ikan, cumi-cumi, dan reptil laut yang lebih kecil. Tubuhnya yang panjang dan berotot memungkinkannya bergerak cepat di dalam air, sementara giginya sangat cocok untuk mencengkeram dan mencabik mangsanya. Meskipun sebagian besar catatan fosilnya terdiri dari sisa-sisa sebagian, ukuran gigi dan tengkoraknya yang besar memberikan cukup bukti untuk menegaskan tempatnya di antara hewan terbesar di lautan Mesozoikum.
6. Megalodon – 60 kaki
Megalodon, salah satu hiu terbesar yang pernah hidup, menjelajahi lautan Bumi antara 23 dan 3,6 juta tahun yang lalu. Fosil Megalodon telah ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika. Perkiraan ukurannya bervariasi, tetapi diyakini panjangnya mencapai 60 kaki, menjadikannya predator puncak lautan. Megalodon memiliki gigi yang panjangnya bisa melebihi 7 inci, yang sering ditemukan sebagai fosil di endapan laut.
Hiu prasejarah ini kemungkinan memburu mamalia laut besar, termasuk paus, dan ukurannya yang sangat besar memungkinkannya mendominasi rantai makanan laut. Kepunahan Megalodon masih menjadi bahan perdebatan, dengan berbagai teori mulai dari perubahan iklim hingga persaingan dengan predator besar lainnya seperti hiu putih besar. Penemuan giginya telah menarik perhatian publik, dan Megalodon telah menjadi simbol ikonik makhluk laut prasejarah.
7. Shonisaurus – 69 kaki
Shonisaurus adalah reptil laut besar yang hidup pada periode Triasik, sekitar 240 juta tahun yang lalu. Fosil Shonisaurus telah ditemukan di Nevada, AS, dan bagian lain Amerika Serikat bagian barat. Ichthyosaurus ini panjangnya mencapai 69 kaki dan merupakan salah satu reptil laut terbesar pada masanya. Shonisaurus memiliki tubuh yang ramping, yang memungkinkannya bergerak cepat di dalam air. Giginya kecil dan kemungkinan digunakan untuk menangkap ikan dan cumi-cumi.
Shonisaurus sering dianggap sebagai perwakilan evolusi ichthyosaurus, yang merupakan reptil laut yang sangat terspesialisasi. Ukuran dan bentuknya menunjukkan bahwa ia adalah perenang cepat, yang beradaptasi dengan baik untuk berburu di lautan pada periode Triasik. Meskipun catatan fosil Shonisaurus tidak seluas beberapa raksasa lainnya, penemuannya telah memberikan wawasan berharga tentang ukuran dan kebiasaan reptil laut awal.