Ikan adalah hewan air yang memiliki tulang belakang, sirip, dan jantung dengan dua bilik. Salah satu fakta tentang ikan yang diketahui sebagian besar dari kita adalah ikan menghirup oksigen melalui insangnya, tidak seperti hewan darat yang menghirupnya melalui mulut atau hidung.
Namun, ikan memiliki banyak fungsi selain insang! Misalnya, ikan pembersih hidup di dasar laut dan membersihkan spesies parasit lain di kulitnya. Dan ikan terbang terlihat seperti burung air, dilengkapi sirip yang tampak seperti sayap.
Ikan bervariasi dari makhluk kecil yang muat di kuku jari hingga raksasa seukuran kapal pesiar. Mereka dapat tidur dengan mata terbuka, mengecap tanpa menggunakan mulut, dan mengapung tanpa meninggalkan bayangan. Mari selami fakta menarik tentang ikan.
1. Ikan Paling Umum di Dunia Adalah Ikan yang Jarang Kita Lihat
Jika Anda mengira itu adalah tuna, ikan sebelah atau ikan mas, tebak lagi. Jenis ikan yang paling umum di planet ini adalah jenis ikan yang jarang dilihat manusia.
Mengapa? Sebagian karena ukurannya yang kecil dan kamuflasenya yang cerdik. Namun, sebagian besar karena ikan ini hidup di kedalaman antara 100 dan 250 fathom di dalam laut. Ikan ini adalah ikan bristlemouth, anggota genus Cyclothone (bersama dengan 13 spesies ikan lainnya).
Klan bristlemouth adalah makhluk sederhana dan bersahaja dengan tubuh pendek dan mata kecil, dan sebagian besar mulut dan siripnya. Dari segi ukuran, mereka tidak mencolok. Sebagian besar spesies tumbuh tidak lebih dari 3 inci (7,6 cm) panjangnya.
Namun, ikan bristlemouth memiliki satu peralatan yang luar biasa: dua baris fotofor, atau organ pemancar cahaya, di bagian bawahnya, yang digunakannya untuk mencegah dirinya dari bayangan yang mungkin dimata-matai oleh predatornya. Predatornya termasuk udang, yang memberi Anda gambaran betapa kecilnya ikan ini.
2. Ikan Terbesar Mungkin yang Paling Ramah
Banyak ikan yang terlihat lebih berbahaya daripada kenyataannya.
Ikan yang paling menarik di dunia adalah hiu paus ( Rhincodon typus ), yang hidup di perairan semitropis, hangat, dan beriklim sedang di seluruh dunia.
Hiu paus tumbuh hingga lebih dari 65 kaki (19,8 meter), dengan berat hampir 40 ton (36,3 metrik ton). Dengan panjang yang luar biasa, kepala tumpul yang besar, dan pola polkadot, hiu paus tampak seperti prototipe untuk mimpi terburuk Roy Scheider.
Pada kenyataannya, hiu paus tidak berbahaya. Mereka sangat jinak, bahkan mereka diketahui membiarkan perenang menumpang di punggung mereka. Mereka adalah pemakan saringan, bukan penggigit, dan memakan plankton kecil, ikan kecil, krustasea, dan cumi-cumi.
Mereka hidup hingga usia sekitar 70 tahun, kecuali manusia menombak mereka dan menggiling mereka menjadi tepung ikan.
3. Ikan Terkecil Adalah Jantan
Gelar ikan terkecil di dunia masih menjadi kontroversi. Pada tahun 2006, jurnal ilmiah bergengsi Royal Society di Inggris menerbitkan sebuah artikel yang memuji penemuan ikan mungil dari genus Paedocypris , yang hidup di rawa-rawa Sumatera dan panjangnya hanya 7,8 milimeter, atau sekitar sepertiga inci.
Segera setelah itu, ilmuwan lain maju untuk mengutip ikan yang bahkan lebih kecil yang sudah dideskripsikan dalam literatur ilmiah: spesimen ikan stout infantfish ( Schlindleria brevipinguis ) asal Australia, yang panjangnya 7,0 milimeter.
Namun ikan terkecil ternyata adalah ikan anglerfish jantan ( Photocorynus spiniceps ), yang ditemukan di Filipina, yang berukuran hanya 6,2 sentimeter (sekitar seperempat inci) dari moncong hingga ekor. Spiniceps jantan adalah parasit yang menghabiskan hidupnya menyatu dengan ikan betina yang jauh lebih besar. Ikan betina mengurus semua pekerjaan, seperti berenang dan makan, sementara ikan jantan hanya bertahan.
4. Ikan Memiliki Indra Pengecap dari Kepala hingga Ekor
Tidak seperti manusia, ikan tidak memiliki penglihatan 3D. Itu karena mata mereka berada di sisi yang berlawanan dari kepala mereka. Namun, kekurangan mereka dalam penglihatan binokular, mereka menebusnya dengan indra penciuman dan perasa yang sangat tajam dan saling terkait, yang mereka andalkan untuk memahami lingkungan mereka.
Beberapa ikan menggunakan bau untuk membantu mereka menemukan tempat yang aman untuk bertelur. Ikan salmon yang bermigrasi dapat mengenali bau sungai tempat tinggal mereka. Ikan hiu, ikan pari, belut, dan ikan salmon memiliki organ penciuman yang sangat peka (organ yang mendeteksi bau) sehingga mereka dapat mencium kadar bahan kimia serendah satu bagian per miliar di air di sekitar mereka.
Kemampuan ikan untuk mengecap juga berkembang dengan baik. Banyak spesies memiliki kuncup pengecap tidak hanya di lidah, tetapi juga di sirip, wajah, dan area ekor. Hewan-hewan yang luar biasa ini sebenarnya mampu mengecap makanan sebelum makanan tersebut masuk ke dalam mulut mereka.
Ikan lele memiliki selera yang paling canggih. Ikan lele benar-benar ditutupi oleh kuncup pengecap dari kepala hingga ekor; bahkan kumisnya pun memiliki kuncup pengecap.